Kiat Sukses Budidaya Bawang Merah dengan Teknologi Nelindo

Kiat Sukses Budidaya Bawang Merah dengan Teknologi Nelindo

Bawang merah menjdai salah satu komoditas pangan yang tak bisa lepas dari kebutuhan masyarakat sekarang ini. Sebab setiap makanan pasti akan membutuhkannya sebagai salah satu pelengkap. Sehingga tak heran jika masyarakat era sekarang lebih kritis menginginkan kualitas bawang merah yang bagus dan pastinya aman dikonsumsi.

Pada akhirnya para petani harus memikirkan fokus utama pada kualitas serta peningkatan produktivitas bawang merah itu sendiri yang nantinya akan menguntungkan mereka. Pastinya juga bisa memenuhi tingginya kebutuhan konsumen akan bawang merah berkualitas.

Proses budidaya bawang merah ini dipastikan akan membuat petani berpikir keras. Mengingat banyak juga kendala yang terjadi saat pergantian musim, kondisi tanah, dan berbagai masalah lain. Sehingga akan berpengaruh sekali pada kualitas bawang merah. Akan tetapi semua itu akan teratasi dengan bioteknologi ROJOTANI yang dikeluarkan oleh PT Nelindo Jaya.

Bioteknologi ROJOTANI ini akan membantu petani bawang merah dapatkan panen hingga dua kali. Percaya tak percaya, hal ini sudah ada buktinya. Kisahnya dialami oleh petani asal Totalang, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara, yang sudah pernah djabarkan pada tulisan sebelumnya.

Saat mengalami serangan hama dan penyakit, serta adanya imbas pemakaian pupuk anorganik, panen bawang merah yang biasanya mencapai angka 1-1,5 ton dari lahan seluas 5000 m2 berubah drastis mengalami penurunan. Namun masalah itu teratasi saat mencoba perbandingan dengan mengaplikasikan bioteknologi ROJOTANI dengan yang tidak pada tanaman bawang merahnya.

Alhasil terlihat dampak signifikan dari hasil panen bawang yang memanfaatkan bioteknologi ROJOTANI hingga mendapatkan peningkatan hasil hampir 100 persen. Menariknya lagi, kualitas dari bawang merah yang mendapatkan treatment Pupuk Organik Cair (POC) Rojoladangtani pun tampak nyata dengan ciri daun bawang tampak hujai muda, anakan juga sangat banyak saat usianya baru 22 hari tanam.

Tak hanya itu, hasil panen pun mencapai angka 3000kg untuk bobotnya dengan pengaplikasian bioteknologi ROJOTANI dengan menyemprotkan POC Rojoladangtani sebanyak 2 botol per 5000 m2 luas lahan pertanian bawang merah pertanian Pak Asmin asal Kolaka Utara itu. Hal ini sangat berbeda dari penampakan panen bawang merah yang tak dapat perlakuan tersebut.

Pada usia 22 hari saja terlihat pertumbuhannya jauh dari harapan. Terserang penyakit hingga ahirnya menguning dan sebagian mati. Hal inilah yang akhirnya mendorong petani asal Kolaka Utara itu mempercayakan budidaya bawang merah selanjutnya untuk menggunakan produk bioteknologi ROJOTANI dari PT Nelindo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *